Lagi mau cerita tentang ’sistem temu kembali citra’ nih yang kalo pake basa gawol disebutnya image retrieval system…
Apa sih temu kembali citra itu?? temu kembali citra adalah sistem yang digunakan untuk mengorganisasi citra agar dapat dicari dan digunakan kembali dengan mudah. Berdasarkan cara temu kembali yang digunakan, sistem temu kembali citra ini dibagi menjadi 2, yaitu berdasarkan teks (text based) dan berdasarkan isi (content based).
Sistem temu kembali citra berdasarkan teks menggunakan deskprisi teks untuk mengindeks dan melakukan proses temu kembali. Hal-hal yang dapat digunakan untuk identitas citra adalah nama file, tanggal pengambilan, pemilik citra, atau dapat juga pendeskripsian citra yang dilakukan secara manual (contoh “ini adalah gambar botol”). Loh kenapa manual? emang gak bisa otomatis.. Soalnya pendekripsian citra secara otomatis akan sulit dilakukan jika tanpa menggunakan pengekstrakan isi citra (dan kalo kita udah mengekstrak isi citranya, kenapa gak sekalian aja nyarinya berdasarkan isi citranya). Umumnya untuk melakukan proses temu kembali, pengguna mengirimkan kueri berupa teks. Contoh sistem temu kembali citra berdasarkan teks adalah Google.
Sistem temu kembali berdasarkan isi menggunakan isi citra untuk mengindeks dan melakukan proses temu kembali. Maksudnya isi citra adalah komponen2 yang membentuk citra tsb. Hal-hal yang dapat digunakan untuk identitas citra adalah warna, bentuk, tekstur, topologi dan lainnya. Karna proses temu kembali dilakukan berdasarkan isi citra, kueri yang digunakan oleh sistem ini berbentuk citra atau sketsa atau dapat juga berupa teks, kalo sistemnya juga mampu menganotasi secara otomatis. Contoh sistem temu kembali citra berdasarkan isi citra yaitu tiltomo.
Sistem temu kembali citra ini banyak banget gunanya, salah satunya untuk bidang kesehatan. Andaikan ada rumah sakit yang menyediakan contoh2 gambar hasil ronsen tubuh manusia yang berpenyakit beserta keterangannya (penyakitnya apa, cara ngobatin, dst dsb). Trus kita punya hasil ronsen, bisa aja kita nyari hasil ronsen2 yang serupa jadi kita bisa tau kira2 penyakitnya itu apa. *hehe diatas tadi gw bilang andaikan loh jadi gw ga tau apa emang ada rumah sakit yang nyediain kayak gituan* tapi yah kira2 kasarannya gitu, kalo pusing nyari citra karna saking banyak dan berantakannya, sistem ini berguna banget, karna dia hanya akan mengeluarkan citra2 yang similar.
Kayaknya sampe sini dulu tentang temu kembalinya, nanti lagi gw mau bahas soal gimana sih caranya mengekstrak citra supaya bisa digunakan untuk temu kembali.. c u around
Akhirnya sempet dikerjain juga.. Dulu sempet pengen iseng ngerjain steganografi.. tapi malah enggak jadi2. Akhirnya ini gw jadiin tuga TK2 (Tugas Khusus 2), akhirnya beres juga, walaupun masih terbatas banget, baru bisa nyimpen teks doang.
Gw ceritain dikit soal steganografi n program yang gw buat
Steganografi adalah teknik yang digunakan untuk menyembunyikan informasi dengan cara menyamarkan informasi, sehingga orang-orang tidak menyadari adanya pesan rahasia yang tersimpan. Steganografi merupakan salah satu teknik dari information hiding, teknik lainnya adalah digital watermarking.
Teknik steganografi dengan metode LSB (Least Significant Bit) adalah teknik yang paling sering digunakan. Informasi yang akan disembunyikan akan diambil nilai binernya kemudian disisipkan pada LSB sederetan byte. Kelemahan dari metode LSB adalah besar pesan sangat tergantung dari media yang dipergunakan.
Semisalkan ada sebuah media berupa gambar yang akan disisipkan informasi rahasia. Media gambar yang mempunyai kedalaman 24 bit setiap pixel-nya terdiri atas susunan tiga warna merah, hijau dan biru (RGB) yang masing-masing disusun oleh bilangan 8 byte dari 0 sampai 255 dalam format biner dari 00000000 sampai 1111111.
Dengan menggunakan metode LSB, sebuah huruf dapat disisipkan dengan menggunakan tiga pixel gambar.
Contoh, akan disisipkan huruf A kedalam data
(10010101 11000101 00101010) –> piksel pertama (R, G ,B)
(00011100 10000110 01100110) –> piksel kedua (R, G ,B)
(10000111 10010100 00100010) –> piksel ketiga (R, G ,B)
Huruf A mempunyai representasi biner 01000001, sehingga bila disisipkan, data diatas akan berubah menjadi data
(10010100 11000101 00101010) –> piksel pertama (R, G ,B)
(00011100 10000110 01100110) –> piksel kedua (R, G ,B)
(10000110 10010100 00100011) –> piksel ketiga (R, G ,B)
Perubahan data tersebut tentu saja akan merubah warna pixel, tetapi karena perubahannya sangat sedikit, tidak akan disadari oleh mata manusia, sehingga seakan2 gambar yang disisipkan pesan tadi sama sekali tidak berubah.
Nah skrinsut program gw kayak gini bentuknya.
ini adalah skrisut pas sebelum dilakukan penyisipan pesan, input yang digunakan adalah awal piksel untuk penyisipan pesan dan metode yang digunakan.

skrinsut setelah dilakukan proses penyisipan pesan. Gambar yang di kanan adalah gambar yang telah disisipkan pesan

kemudian untuk melakukan ekstrak pesan, buka kembali gambar yang telah disisipkan pesan, masukkan nilai awal pixel dan metode yang digunakan untuk menyisipkan pesan. hasil dari pesan yang di ekstrak berada pada teks box berwarna abu2

nyobain bikin komik make stripgenerator